Sabtu, 05 Mei 2012

Kenapa harus ngambek ??

Pertama : "Ingatlah ini anakku, Menunjukkan perasaan frustasimu kpd org lain, sama dgn menunjukkan bahwa kamu telah kehilangan kekuasaan untuk membentuk berbagai peristiwa. Itu adalah tindakan tak berdaya seorang anak kecil, yg memilih mencak mencak histeris hanya untuk mendapatkan keinginannya. Orang orang yg berkuasa anakku..., tidak pernah menunjukkan jenis kelemahan spt itu." Kedua : "Ingat juga ini, sikap pemarah bukanlah pertanda kekuasaan, melainkan tanda dari ketidakberdayaan. Pada awalnya, untuk sementara waktu, orang lain mungkin akan merasa takut oleh ledakan amarahmu, tetapi pada akhirnya, kamu akan kehilangan penghormatan dari mereka Mengapa...??? Karena manusia menyadari, kalau mereka selalu bisa dengan mudah meremehkan seseorang yg memiliki kendali diri yg minim." (Kutipan dari kawanku Rahmat Setiawan on FB, May, 5, 2012).

Jumat, 04 November 2011

Sekali lagi aku terjatuh...



What's pain?


Hidup memang penuh warna. Ada terang dan gelapnya dalam perpaduan warnanya. Ternyata dibalik himpunan warna pelangi yang indah menyimpan pesan mendalam. Pelangi sering tampak setelah hujan, diiringi dengan sinar matahari yang semakin mencerahkannya. Warna pelangi ada yang terang dan gelap. Seperti hidup kita, ada kalanya terang dan bahagia, ada kalanya gelap dan haru biru. Tak sedikit air mata pun harus turut membayar ujian hidup ini. Hidup ini memang di warnai warna-warna itu, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Seperti halnya pelangi, yang tercipta karena pembiasan cahaya "matahari". Terang dan gelapnya hidup ini serta air mata yang menyertainya akan membuahkan hasil yang indah jika dibalut dengan "Semangat!!". Semangat untuk hidup dan menjadi lebih baik. Semangat untuk mengejar tujuan dan cita-cita yang tertunda dan menjadi lebih baik. Semangat untuk memberikan yang terbaik dan menjadi diri sendiri yang TERBAIK. Semua itu perlu SEMANGAT untuk memperjuangkannya.

"Hujan kan reda, Matahari kan bersinar lebih terang, sambut Pelangi sebagai buah kesabaranmu.."

Ayo BANGKIT!! Kita BISA!! Tetap SEMANGAT !! dan SELALU SEMANGAT !!!

Ya Allah berikanlah kami jalan yang terbaik yang Engkau Ridhoi. AMIN.

Rabu, 26 Oktober 2011

Apa itu Ransum Seimbang ?

Di suatu shubuh terjadi perdebatan yang sengit antara Ucap dan Ucup...

Ucap : Hey Cup, tw gak kamu apa itu ransum seimbang?

Ucup : Taulah.. 4 Sehat 5 sempurna kan ?

Ucap : Haaaahhh... Ari maneh mah ocon wae atuh...
Saya teh mau ngasih makan sapi saya yang makin
hari makin ceking ajah nie... pengennya mah ngegemukin,
tuh kayak truk minyak.. meuni baruleud.

Ucup : Jiiiaaaahhh... gitu ya... Hmm, coba kita buka internet yuk !!!

(Tiba-tiba sajah Mas Tukul nyelonong di depan Ucap dan ucup)
: Hmmmmm... N'desoooo.... Makanya liat eternet...

Ucap : Xixixixi... ^.< (Sssttt... jangan bilang2 Mas Tukul salah eja ya...)

----------------===''' LapTop >> Mode ON Fire. '''===----------------

Definisi Zat nutrien adalah zat-zat gizi di dalam bahan pakan yang sangat diperlukan untuk hidup ternak meliputi protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air.

Definisi Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak yang memakannya (Tillman et al., 1998).

Definisi Ransum adalah campuran dari dua atau lebih bahan pakan yang diberikan untuk seekor ternak selama sehari semalam. Ransum harus dapat memenuhi kebutuhan zat nutrien yang diperlukan ternak untuk berbagai fungsi tubuhnya, yaitu untuk hidup pokok, produksi maupun reproduksi (Siregar, 1995).

Definisi Ransum Seimbang adalah ransum yang diberikan selama 24 jam yang mengandung semua zat nutrien (jumlah dan macam nutriennya) dan perbandingan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan tujuan pemeliharaan ternak (Chuzaemi, 2002).

Di bawah ini merupakan link tentang artikel "Ransum Seimbang (Strategi Pakan Pada Sapi Potong)" dalam bentuk pdf. Mudah-mudahan bermanfaat buat yang membacanya.

http://lolitsapi.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/juknis/ransum%20seimbang.pdf

Sabtu, 02 Januari 2010

Kiat Mengendalikan Marah

Meluapkan kemarahan apalagi yang berlebihan, merupakan salah satu ekspresi memanjakan ego yang cenderung bersifat negatif, atau dalam al-Qur'an sering disebut dengan nafsu amarah (QS. Yusuf.53). Kita sering beranggapan bahwa dengan meluapkan kemarahan, kita akan melegakan kemarahan, padahal sebenarnya yang terjadi sering kali membuat orang yang bersangkutan tidak dapat mengontrol dirinya.

Dilihat dari aspek medis menurut para pakar, kemarahan dapat menimbulkan hipertensi, maag, gaugguan fungsi jantung, insomnia, kelelahan bahkan serangan jantung. Dalam konteks psiko social, luapan kemarahan mungkin dapat "menenangkan atau melegakan", tetapi efek lain dari luapan ini adalah dapat memutuskan tali cinta kasih, silaturahmi, dan mengacaukan komunikasi yang terjalin. Seseorang yang marah cenderung mengedepankan nafsunya dan mengesampingkan akal sehat dan agama. Maka berhati-hatilah karma ledakan amarah dapat menimbulkan permusuhan dan berefek buruk terhadap kesehatan mental kita.

Ada beberapa kiat untuk mengendalikan amarah, antara lain adalah:

· Memaafkan, sikap lembut dan tegar dengan mengharap ridha dan balasan baik dari Allah (QS. Al-Alraf.199, Ali Imran:134)

· Mengingat qishas di akherat, jika kita melampiaskan kemarahan. Riwayat Abu Ya'la ketika merasa kesal dengan Washif yang lambat melaksanakan tugas. Rasulullah menegurnya secara bijak seraya berkata, " Kalaulah tidak mencemaskan pembalasan di akhirat, niscaya aku beri engkau pelajaran"

· Mengingat pesan nabi dalam hadits Abu Dawud, " Duduk ketika sedang berdiri, tiduran ketika sedang duduk, jika masih marah, berwudhu atau mandilah dengan air dingin"

· Memikirkan kembali dengan tenang, tentang faktor yang menjadi pemicu marah, apakah memang sepatutnya disikapi dengan marah atau tidak.

· Tersenyum. Cobalah bercermm saat anda marah, dan lihatlah betapa jeleknya anda ketika marah dan tersenyumlah, percaya atau tidak, kemarahan yang anda, rasakan akan sirna perlahan-lahan.

· Positif thinking (husnudzon) dan mencoba memahami alasan sikap dan prilaku orang lain.

· Berlatih menunda amarah, dengan tidak mealampiaskan marah secara spontan dan refleks

· Coba dekatkan diri secara fisik kepada seseorang yang anda cintai disaat anda marah untuk menetralisir kemarahan. Misalnya dengan menggenggam tangannya. Kiat ini juga bisa kita gunakan untuk meredam kemarahan orang yang kita cintai pada kita.

· Diam dan dengarkan

· Ungkapkan kemarahan dengan tulisan.

· Komunikasi dan proaktif. Jangan harap orang lain dapat membaca fikiran kita atau mengetahui apa yang kita inginkan

· Membaca taawwudz seraya berdoa kepada Allah agar terhindar dari provokasi syetan dan jebakan fitnah yang menyesatkan." Allahumma Rabban Nabi Muhammad, ighfirlii dzambi wa adzbib ghaiddha qoIbii wa ajimii min mudhilatil fitan".

Ungkapkanlah kekesalan kita dengan tetap mengendalikan diri. Orang yang kuat menurut Islam bukanlah orang yang menakutkan ketika marah, melainkan orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairoh," Bukanlah disebut kuat orang yang pandai bergulat. Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika ia marah"

Akhirnya, mari kita tingkatkan terus keimanan kita kepada Allah dengan mendekatkan diri pada-Nya. Karena letak iman berada di hati sedangkan hati bersifat tidak tetap, maka selain itu jangan pula kita pernah lupa untuk terus memanjatkan doa pada Allah ta'ala, karena setiap tindakan/usaha tanpa dibarengi doa adalah ketakaburan dan sebaliknya doa tanpa dibarengi dengan usaha adalah kemalasan (Allah tidak akan mengubah keadaan seseorang kecuali orang itu yang mengubah dirinya dengan berusaha). Doa adalah usaha dan usaha adalah doa. Keduanya tak dapat dipisahkan dalam suatu pencapaian yang besar.

"Ya Lathif, lembutkanlah hati kami, sehingga menjadi lembut pula setiap tindakan yang kami lakukan. Lembutkanla hati kami untuk mudah menerima setiap ketetapan-Mu, lembutkanlah hati kami untuk mudah menerima segala perintah-Mu, sehinggga ia dapat kami jadikan sebagai penerang dalam hidup, sebagai pembimbing dalam langkah kami.

Ya Lathif, lembutkanlah hati kami, agar kami dapat memahami dan menjalani takdirmu dengan keikhlasan dan kelapangan Karena tiada yang dapat membuatnya menjadi lapang selain Engkau wahai menguasa jagad.

Ya Ghofar, ampunilah segala dosa kami dan kedua orang tua kami, ampunilah segala kehilafan dan kemarahan yang pernah kami lakukan, kemarahan yang pernah kami luapkan pada kedua orang tua kami, kemarahan yang pernah kami luapkan pada suami kami, anak-anak tak berdosa kami, teman-teman kami, tetangga-tetangga kami, guru-guru kami, murid-murid kami dan yang lainnya.

Ya Shabur, berikanlah kesabaran pada kami dalam menghadapi setiap cobaan yang engkau berikan, sehingga tidak ada kemarahan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Ya Muqalibal Qulub, tetapkanlah hati kami, tetapkan ia untuk tetap komitmen dalam ikatanMu, tetapkan ia untuk terus mencari ridhaMu, sehingga setiap detik dari waktu yang kami lalui, setiap desah dari nafas yang terbuang, setiap tapak dari jalan yang kami susuri adalah ladang amal kebaikan, tetapkanlah hati kami, tetapkanlah ia pada jalan yang telah kau gariskan, tetapkanlah ia berpegang pada Qur'an dan SunahMu, sehingga kami tidak akan sesat pada jalan yang salah. Bersihkanlah ia dari penyakit-penyakit yang akan menggerogoti keimanan kami

Ya Lathif, Ya Ghofar, Ya Shobur, Ya Muqolibal qulub, Amien Ya robbal alamin


SEMOGA BERMANFAAT


Sumber : Temanku menulis 11 Mei 2009 jam 14:53 (Dikutip tanggal 02/01/10)

Sebelum kita mengeluh...

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak
dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak
punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di
jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon
kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu
cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan
tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang
menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

semoga bermanfaat



Sumber : temanku menulis 04 Desember 2009 jam 17:59 (dikutip tanggal 02/01/10)

Kamis, 26 November 2009

LAST D@Y


Setelah hari kemarin bertambahnya tahun, yang berarti berkurang pula jatah umur di dunia. Dan perlu aku syukuri segala NIKMAT dan KARUNIA-NYA yang terus-menerus mengalir tiada henti, yang step by step sedikit demi sedikit mimpi-mimpi yang mulai terbuka tabirnya, ALHAMDULILLAH. Namun, perlu MUHASABAH juga terhadap apa yang telah dijalani dan apa yang akan dijalani kelak moga DAPAT menebar BERMANFAAT. Terima kasih kepada kedua orang tuaku atas RESTU mereka dan kepada semua keluarga serta sahabat2. Karena mereka aku ada. Karena mereka jadi SEMANGAT untuk terus menerus memperbaiki diri dan jalan hidup ini.

SUNGGUH, "Bila Allah berkenan, kita akan menjadi apapun yang kita mohonkan kepada-Nya".

Perjalanan demi perjalanan sampai hari kemarin, memberi kesan yang mendalam dan menjadi cerita yang menarik dalam suatu perbincangan. Banyak belajar dari setiap perjalanan, organisasi, kegiatan kampus, TERLEBIH lagi di KOSTAN "NAHWANNUR" (Tapi, candaan kostan kami adalah "Du'afa Elite"...haha...kurang tapi lebih... lebih tepatnya -+) yang memberi WARNA KEHIDUPAN ketika kami menjadi mahasiswa (Kayak pelangi dech... ada warna gelap, ada warna terangnya juga).

Namun, tak terasa hari ini adalah hari terakhir aku resmi lulus dari salah satu perguruan tinggi di Bandung. Kurang lebih 4 tahun 2 bulan kemarin catatan di bangku kuliah. SEMOGA ke depan aku LEBIH SIAP menata KEHIDUPAN, menata HATI dan POLA PIKIR yang lebih BAIK dan MATANG.

Tiba saatnya nie... membuka lembaran cerita dan perjalanan baru lagi. OK, petualangan baru segera di mulai. Kemungkinan-kemungkinan itu masih samar terhalang kabut di depan mata. KEBERANIAN dan KEKUATAN HATI yang bisa mengalahkan ketakutan mengambil resiko. Di awali dengan "BISMILLAH" dan di akhiri dengan "ALHAMDULILAH", semoga segala aktivitas kita jadi ibadah dan barokah. AMIN.


BE THE BEST OF YOUR SELF.

Sabtu, 21 November 2009

SEARH ENGINE (Berhenti Sejenak)


Dahulu kala ada seorang pemuda yang masih lajang di kota antah barantah, pemuda ini pada mulanya asyik dengan dunianya, asyik dengan teman2 bermainnya, asyik dengan aktivitas kesehariannya yang serba ada kala itu... pikirannya saat itu hidup yang dijalaninya lebih dari cukup, Ya lumayan, gaji hasil dia bekerja dapat ia nikmati untuk dirinya, sebagian untuk keluarganya, sebagian lagi untuk mencari sebuah kesenangan dengan teman-temannya.

Biasanya selepas lelah ia bekerja, ia berkumpul dengan temannya, nongkrong di air mancur (tempat tongkrongan anak muda yang dahulu masih rame, biasanya kalo malming suka ada yang adu gengsi teknik2 bermotor, sampe2 pernah ada pemuda lain yang bergaya naik motor ala superman, taunya saking belagunya dia nabgrak orang ampe kakinya patah.. macem2 dah pokoknya kejadian2 di masa itu... haha makanya jangan belagu), ataupun dia cari kesenangan dengan hobinya. Tak sungkan2 pula dia keluarkan uang buat traktir teman2nya... main bareng, makan bareng... Ya, kesenangan2 itu masih bisa menyibukkan dirinya di kala itu. Sampai di suatu saat...

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tak terasa waktu itu terus berjalan... berlalu... meninggalkan masa yang lalu dan takkan pernah kembali... hanya bisa dikenang.

Sudah beberapa lama ia bekerja, beberapa aktivitas rutin ia jalani tiap harinya, tiap minggunya, tiap bulannya, tiap waktunya sampai kejenuhan itu muncul... kejenuhan akan rutinitas yang sebenarnya masih ada dipikirannya untuk dipertanyakan.

Apa yang ada dalam benaknya...

Dia rebahkan tubuhnya diruang tamu rumahnya... dalam2 ia tarik nafasnya, sambil dipejamkan matanya... dan ia hembuskan nafas itu seakan menjadi keluhannya akan kejenuhannya. Dengan tatapan yang setengah kosong, dia berkata dalam hatinya "kok gini2 az hidup gw, berangkat pagi-pulang malem, makan, istirahat sejenak, trus tidur, besoknya gitu lagi ampe akhir pekan trus gw sempetin waktu buat kumpul ma temen2, cari kesenangan buat ngilangin jenuh 5 hari kerja yang kadang gak gw nikmati... seakan2 gw dihidupkan cuma buat kerja, cari uang, buat makan, buat kesenangan, buat tidur... Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... (teriak ia dalam hatinya, gejala 1/4 stress ringan)".

Lelah ia pikirkan hal itu... lelah hatinya terus meringis... lelah hatinya untuk mengeluh... hingga ia tertidur dan bermimpi...

...zZz...zZz...zZz...

Grrook...Grrook...Grrook... (Loh, mas kok pake ngorok segala sih tidurnya, dah gitu ngangap lagi mulutnya, ntar kemasukan tahi cicak lho!!...hehe...just kidding ^.^v...PEACE)

(OK, kita kembali kecerita pemuda itu... OK, kru siap?? ACTION!!)

(Dalam mimpinya) .... Dalam suatu barisan, dimana orang2 dikumpulkan, seperti menyusuri goa... ada suara hentakan di sana... "KALIAN CEPAT JALANNYA!!".
Refleks orang2 dalam barisan tersebut berjalan, seperti antrian orang masuk dufan.
Setiap orang diperiksa... entah kenapa??
Sampai tiba bagiannya bagi pemuda itu diperiksa oleh dua orang berjubah di situ yang memeriksa setiap barisan orang2 yang antri tersebut.

"KAMU SIAPA??", tanya salah seorang di antaranya, lalu yang satunya memperhatikan.

Refleks pemuda itu berkata... "Saya adalah fulan, ... (dan jawaban lain yang dipertanyakan oleh kedua orang berjubah tersebut)".

"Hmm... kamu sebaiknya pulang dulu, belum tiba waktunya sekarang." Berkata seorang di antaranya.
Lalu yang satunya berkata dengan hentakan, "SANA PULANG!!".

Tersentak kaget pemuda itu pun terbangun dari tidurnya ("ASTAGHFIRULLOHAL'AZHIM"), dengan keringat di sekujur tubuhnya, dengan hati berdebar2 masih terngiang mimpi yang aneh itu dalam pikirannya.
Entah mengapa?? (Tanya dalam hatinya)
Apa gw akan mati??
Apa ini peringatan hidup gw??
Apa ini jawaban dari semua pertanyaan gw tentang hidup??
Jadi...???

Huft...

Beberapa hari setelah mimpi yang aneh itu yang masih ada dalam setiap sel2 otaknya, tak tenang ia memikirkan ada apa dibalik hal itu??
Di akhir pekan, dihari ia libur bekerja, ia sempatkan ke toko buku gramedia, di sana ia mencari sebuah buku bertemakan "arti kehidupan", guna mencari sebenarnya dimana titik persoalannya. Dia kaitkan antara pertanyaan seputar sebenarnya hidupnya untuk apa dan mimpi yang aneh itu.

Ia jalani perenungan, pengkajian, pembelajaran, dan tukar pikiran dengan temannya, keluarganya dan orang lain dianggap lebih dahulu merasakan kehidupan serta guru ngajinya, tentang arti sebuah kehidupan.

Hingga perlahan sedikit demi sedikit pikirannya terbuka, hatinya lebih tenang mengaruhi kehidupan... Sedikit demi sedikit segala keluhannya pudar.

Dia menyadari, hidup ini ada yang menciptakan, berasal dari yang menciptakan, dan akan pulang kepada yang menciptakan... kepada TUHANNYA lah ia akan dikembalikan.

Dia menyadari, hidup ini tak akan berarti jika hidupnya, nafasnya hanya untuk mencari materi semata untuk dirinya sendiri, kesenangan semu semata untuk dirinya sendiri, dan hal lainnya yang masih dalam sebuah kajiannya dan pembelajarannya untuk dijadikan lebih baik lagi... lebih berarti lagi... lebih ada "TUJUAN" yang ingin dicapai (istilah kerennya mah TARGET OF LIFE)... untuk arti sebuah kehidupan.

Dia menyadari, bahwa ia bukanlah manusia sempurna yang masih harus terus belajar, terus mengkaji, memperbaiki hidup dan memanfaatkan hidupnya serta terus berbagi untuk menemukan arti sebuah kehidupannya... hingga satu nafas ia hirup untukyang terakhir kalinya.

..........................................................^.^...............................................................

Yach... seperti itu dech cerita kali ini.
Aku mohon maaf jika ada kemiripan cerita ataupun tokoh dalam cerita tersebut, Gak' disengaja soalnya, paling nyerempet2 dikit...hehe... Y udah dech, moga2 ada kebaikannya dan bermanfaat buat kita khususnya bagi yang membacanya. AMIN.

OK, see you later.